Tampilkan postingan dengan label Bentang Pustaka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bentang Pustaka. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juli 2013

Lomba Review Novel My Perfect Sunset


Hai... Hai...!! Alhamdulillah, saat ini, novel My Beautiful Sunrise yang merupakan sekuel dari My Perfect Sunset sedang dalam tahap cetak dan diperkirakan akan masuk toko buku pada pertengahan Agustus. Untuk menyambutnya, saya akan mengadakan lomba review novel MY PERFECT SUNSET dengan hadiah satu eksemplar novel MY BEAUTIFUL SUNRISE.

Berikut cara ikutannya ya...:

1. Sertakan data lengkap novel My Perfect Sunset juga gambar bukunya (punya kamu ya gambar bukunya). Info buku bisa kamu dapatkan di sini: http://author-kyria.blogspot.com/

2. Review bisa ditulis di blogger/blog lainnya. Domain boleh apa saja selama di blog tersebut tidak ada konten/iklan yang dilarang ya. Bisa juga di notepad facebook (pastikan pengaturannya publik agar bisa dibaca semua orang termasuk saya) lalu tag 30 teman kamu termasuk page Kyria - Ty SakuMoto ini jika review ditulis di note FB.


3. Review juga boleh ditulis di goodreads pada halaman buku MY PERFECT SUNSET karya KYRIA

4. Share link hasil review kamu di fanpage : 
www.facebook.com/KyriaTySakumotoBagi yang punya twitter, share juga di twitter dan mention @kyria__ dengan kalimat: "[REVIEW My Perfect Sunset]" [LINK]

5. Kuis berlangsung dari 20 Juli 2013 - 15 Agustus 2013

6. Pemenang akan diumumkan di fanpage, twitter dan blogger. Pemenang tak bisa diganggu gugat.

7. Yang menjadi penilaian : manfaat dari review (bagi calon pembaca dan juga penulis), bobot dan kerapian penulisan dan sejauh mana review itu menarik tanpa harus membocorkan/spoiler isinya. Jika ada komen/like dari teman bisa memberi nilai tambah.

8. Happy writing~ :)

peraturan akan ditambah/dikurang jika dianggap perlu.

Rabu, 17 Juli 2013

3rd Novel : My Beautiful Sunrise

Judul : My Beautiful Sunrise
Penulis : Kyria
Genre : Adult Romance
Halaman : 328
Terbit :: August 2013
Penerbit :  Bentang Pustaka
ISBN : 9786027888616




SINOPSIS

Tiba-tiba tubuhku terasa lemas. Jantungku sudah bukan lagi berdebar, melainkan berderap tidak menentu. Mengenangmu, adalah memanggil kembali kenangan akan dosa dan pengkhianatan yang pernah kuperbuat.Bahkan, nyerinya masih terasa sangat nyata.


Satria... Kuhela napas berat. Setelah sibuk menghindarimu, akhirnya kita dipertemukan kembali. Bahagiakah aku? entahlah... Tidak mudah ternyata, menghadapi seseorang yang dulu pernah mengisi hati. Apalagi, seseorang itu juga pernah tersakiti.

Kukenang tegarmu saat perpisahan kita dulu. Kuharap akan kutemukan kembali hangat senyummu. Namun, kehadiranku kembali justru kausambut dengan tatapan dingin yang merobek hatiku. Kau yang sekarang seseorang dengan banyak penggemar, melenggang dengan gagah tanpa memedulikanku. Samar-samar, kini akulah yang terluka. Inikah karma? Atau aku yang terlalu banyak meminta?

"Aku mungkin tak mengenalnya, tetapi akan terus mengingatnya...."


CUPLIKAN My Beautiful Sunrise

Cuplikan 1

Satria tengah menjawab pertanyaan kedelapan mengenai tipe wanita idamannya saat suara itu mengusiknya.
“Maaf terlambat. Ada perbaikan jalan tadi, jadi aku harus memutar.”
Satria tersentak, lalu berhenti menulis. Dia mengangkat pandangannya ke arah sumber suara itu.
“Satria, ini fotografer yang bertugas hari ini,” Tina memperkenalkan wanita yang masih terengah-engah itu. “Indah.”
Indah berusaha menenangkan diri. Dia bisa melihat Satria menatapnya tanpa kedip selama beberapa detik.
“Indah.” Wanita itu mengulurkan tangannya dengan raut sewajar mungkin. Tenang.
Satria mengamati beberapa saat sebelum menerima uluran tangannya. “Satria.” Tenang.
Tangan keduanya terpisah.
Indah segera melemparkan pandangannya kepada Tina, sementara Satria segera kembali ke kuesionernya.


Cuplikan 2

“Kalau ada perempuan yang sudah memakai cincin pertunangan, laki-laki mana yang berani mendekati?” ucap Satria tiba-tiba dengan nada tajam. Indah tertohok, spontan kedua rahangnya mengejang. Dia melemparkan tatapan tajam ke arah spion depan yang disambut oleh tatapan Satria dengan cara yang sama.
Indah mendengus, marah dengan sindiran Satria.
Dia tahu benar apa arti cincin tersebut bagi Indah. Kenapa dia harus mengungkit-ungkitnya? Indah mulai merasa geram.
“Tunangan? Memang tunangan Kakak di mana? Kok, aku tidak pernah melihatnya?” tanya Setya lagi.
Indah menelan ludahnya. “Tidak, dia sudah .…”
“Di akhirat,” tukas Satria pendek.
Setya terperanjat, begitu juga Indah.
Raut Setya berubah segan. “Ah, maaf, Kak Indah, aku tidak tahu, kalau—”
“Tidak apa-apa,” potong Indah cepat dengan wajah sedikit pucat. Sekali lagi dia dan Satria saling bertukar tatapan tajam. Jika saja di dalam mobil itu tidak ada Setya, Indah pasti sudah mengungkapkan kemarahannya.
“Berhenti di sini saja!” ujar Indah ketus.
Satria lantas menepikan mobilnya dan Indah mengucapkan terima kasih sebelum turun dengan setengah membanting pintu.
“Dasar!” decak Satria. “Suara bantingannya lebih keras dari ucapan terima kasihnya!” kecamnya sambil kembali menjalankan mobil.




2nd Novel : My Perfect Sunset

My Perfect Sunset
Penulis: Kyria
Genre: Adult Romance
Penyunting: Laurensia Nita
Penerbit: Bentang Pustaka, Pustaka Populer
Jumlah Halaman: 388 halaman
Harga: Rp.58.000
ISBN: 978-602-7888-04-3




SINOPSIS

Tak pernah aku bermimpi akan bertemu denganmu, dengan cara seperti ini. Bagiku, dirimu bukanlah sosok yang kuharapkan untuk datang. Menghampiri, lalu menawariku sejuta harapan, mengajakku tidak bosan tertawa, dan setia menjadi sandaran sedu sedan tangisku.

Tetapi, di ujung sana sosok yang sempurna menungguku dengan sabar. Menantiku merengkuhnya dengan beribu rasa rindu, memohonku dengan tulus untuk membuka pintu, dan mengharap sapaan “Sayang” kembali terucap dari bibirku.

Hatiku tak kuasa memilih, haruskah aku melupakanmu. Sekalipun kau yang mampu menyunggingkan senyum di wajahku, sekalipun kau yang menghapus airmata dari kedua pipiku, dan sekalipun kau yang mampu mewarnai hidupku.

Walau sejujurnya aku, seorang Indah, tidak ingin melepaskan sosok Satria ataupun Kevin. Egois memang. Meskipun kenyataan berkata bahwa untuk meraih sunset yang sempurna, kita harus memilih dan memutuskan.

Bertemu denganmu pasti bukanlah sebuah kebetulan, melainkan rencana Tuhan yang paling mengesankan.